Bagaimana jika saya menjadi franchisee yang akan bekerja sama dengan franchisor terhadap sebuah produk ?
1. Konsep Bisnis
Yang pertama yang harus saya lakukan adalah konsep bisnis. Mengapa konsep bisnis menjadi alasan utama sebagai syarat untuk memfranchisekan usaha saya? Karena konsep bisnis mencakup sistem yang akan berjalan sebagai roda otomatisasi operasional usaha yang akan saya jalani.
Konsep bisnis yang saya miliki harus tangguh karena untuk menjadi franchise perlu dibuktikan oleh waktu, karena usaha tersebut harus menjadi pilot project yang akan di replikasi oleh franchisee nantinya. Dari sanalah munculnya standar operasional yang baku untuk setiap jaringannya.
2. Tim Manajemen
Untuk mengubah usaha saya menjadi sebuah franchise, saya harus mempersiapkan tim manajemen yang menguasai seluk-beluk sistem waralaba serta masalah-masalah yang ada didalamnya. Tim manajemen ini juga harus memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mengawasi jaringan yang akan terbentuk nanti.
3. Rumuskan Keunikan
Saya harus merumuskan diferensiasi atau keunikan produk/ jasa yang akan saya tawarkan. Tanpa keunikan, sebuah produk tidak akan dilirik oleh pelanggan. Keunikan inilah yang akan menjadi pembeda produk kita dengan para pesaing.
Produk yang akan saya franchisekan tidak mudah untuk ditiru atau duplikasi. Keunikan tidak hanya dari segi produk saja, keunikan juga bisa saya tunjukan dari segi pelayanan atau juga cara penyajian produk. Contoh hal yang bisa saya ambil sebagai keunikan yang bisa saya terapkan untuk usaha saya adalah konsep open kitchen, dimana pengunjung bisa melihat cara pembuatan dan penyajian hidangan yang saya hidangkan.
4. Pendanaan
Harus dipersiapakan paket pendanaan, yang mana didalamnya terdapat perhitungan biaya-biaya yang akan saya keluarkan sangat penting agar semua prosedur yang ada bisa dikerjakan dengan tepat waktu.
5. Dokumentasi
Dokumentasi yang dimaksud adalah dokumen yang menyangkut organisasi franchisor dan juga dokumen-dokumen yang diserahkan atau dipinjamkan kepada franchisee.
Dokumentasi yang disiapkan harus tergambar dalam visi organisasi dan implementasi konsep bisnis.
Setelah 5 hal tadi dipenuhi selanjutnya penting bagi saya melakukan konsultasi kepada jasa konsultan untuk memastikan segala persiapan yang dilakukan. Sekaligus melakukan legal audit atas HAKI merek dagang.